Hilal Tidak Terlihat, Ramadhan Mulai 21 Juli 2012

Selamat malam all,..

semoga dalam keadaan sehat walafiat ya mba mba mas mas,.. hhe
mba mba, mas maspasti sama bingung nya ya , puasa nya kapan ya?,..hhe ko lama keputusannya, nah barang kali mas mas mba mba ada yang ketinggalan berita tadi di tv atau yg lainnya, nahh saya umumkan lagi ya,.. hhe

tapi curhat dulu dikit ya, curcol ahhh :p

bapakku, sama bapaknya kakak ipar ku sudah menghitung2 lhooo tgl untuk puasa, dan katanya hari sabtu dan itu di putuskan jauh jauh hari, haduh orang tua jaman dulu pada pinter ya, hebat pokoke,..
kebetulan  bapakku lumayan mengerti tentang agama dari pada anaknya, hhe ngaku dan orang tuaku sudah berumur,.. mohon do’anya ya supaya sehat selalu untuk ortuku,..🙂

sudah dulu ahh, ini dia pengumumannya,… monggo di baca saja🙂

 

Pemerintah akhirnya menetapkan masuknya bulan Ramadhan 1433 H pada Sabtu (21/7/2012). Hal tersebut berdasarkan laporan dari sejumlah daerah yang masuk, tidak satu pun yang melihat hilal atau bulan baru.

“Hilal tidak bisa dilihat oleh karenanya 1 Ramadhon 1433 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli 2012 Masehi,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali pada Sidang Isbat yang digelar di Kementerian Agama, Kamis (19/7/2012) malam.

Sebelumnya, pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin mengatakan, hilal ketika matahari terbenam pada Kamis, memang terlalu rendah sehingga tidak akan bisa terlihat.

Ia mengatakan, hilal sudah di atas ufuk, tetapi ketinggian hilal kurang dari dua derajat. Kondisi ini memang membuka peluang terhadap perbedaan.

“Hilal kurang dari 1,5 derajat. Terlalu rendah untuk bisa diamati, cahayanya terlalu lemah,” kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan itu  di Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Meski masuknya Ramadhan berbeda, Thomas mengatakan, awal Syawal 1433 H (Idul Fitri 2012) kemungkinan besar akan seragam, yakni jatuh pada 19 Agustus 2012. Hal ini karena pada saat Maghrib pada 17 Agustus di seluruh wilayah Indonesia bulan masih di bawah ufuk atau belum wujud sehingga tidak dalam posisi kritis.

“Dengan rukyat pun tidak mungkin ada kesaksian hilal. Artinya, 18 Agustus merupakan hari terakhir Ramadhan. Sementara pada saat Maghrib 18 Agustus, bulan sudah cukup tinggi  untuk bisa dirukyat, jadi ormas-ormas tak berbeda,” jelasnya.

 

segala perbedaan yang terjadi sekarang, mari kita sikapi dengan baik jangan sampai menjadi pertengkaran dan perusuhan,.. hormati perbedaan itu tergantung kepercayaan masing-masing,..
akan tetapi akan lebih baik dan lebih indah, damai segala perbedaan itu dapat di luruskan dan keemudian menjadi satu kesamaan yang seragam,.. indah bukan kalau satu hati,satu tujuan,..🙂

 

 

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s