Kisah Sang Anak dan Masa Depan

Ini kisah di angkat dari kisah nyata. Dalam kisah ini berceritakan tentang seorang anak, orang tua, keluarga,  dan masa depan si anak.

dahulu keluarga besar ini alhamdulillah dengan kondisi ekonomi yang stabil, walaupun bukan pengusaha atau PNS hanya sebagai petani namun tidak kesulitan kalau untuk kesejehtareaan anak-anaknya. keluarga tersebut memiliki jumlah keluarga 10 orang, Ibu, bapa, dan 8 orang anak. 5 anak perempuan dan 3 anak laki-laki.

anak pertama bersekolah hanya sampai SMP, begitu juga anak kedua, anak ketiga. sedangkan anak ke empat hanya sampai SD, anak kelima sampai SMP, anak ke enam sampai SMP, anak ke tujuh sampai SD. sedangkan anak yang paling bontot mengingkan meneruskan sekolah sampai jenjang perguruan tinggi. dan akhirnya ia bersekolah dan sekarang sedang berkuliah di salah satu perkuliahan swasta di kota Bandung.

anak tersebut nekad dengan cita-cita ingin membahagian kan orang tua dan keluarga, mengangkat harkat martabat orang tua. walaupun anak tersebut tidak terlalu menyukai proram studi yang dia ambil namun ia berusaha dan selalu berusaha untuk dapat menyukai nya. maklum saja ia tinggal di kp terpencil yang kesulitan informasi, internet pun pada saat itu harus mengangkat tangan ke atas menggoyang-goyangkan hp yang di kepal. untung nya saja ia berusaha mencari informasi ya walaupun ia telat informasi di karenakan anak tersebut awal nya mau meneruskan pekerjaan karena tidak mau menyusahkan orang tuanya, namun waktu itu bapa nya memperolehkan ia berkuliah. Ia kebingungan di karenakan kuliah dia inginkan dan epkerjaan ia sangat perlukan, mengingat Ibu dan bapaknya sudah tidak muda lagi. kelahiran 1953 dan bapanya kelahiran 1933.

semester 1 semester 4 berjalan dengan lancar namun di semester 5 mulai terasa tersendat perkuliahannya dan ia memutuskan untuk berhenti satu bulan sebelum UAS. di pikir-pikir memang sayang, namun apa daya keadaan dia yang tidak memungkinkan dan akhirnya ia berkerja di salah satu pabrik. dan semester 6 ia memulai lagi kuliahnya. Lahaolla ucapnya…

dengan keadaan dan bekal seadanya ia memulai kuliahnya bahkan ia pernah merasakan tidak mempunyai uang saku sama sekali di tempat orang, di karenakan ia tidak mau menyusahkan orang lain ia tidak pernah bilang ke siapapun. dia hanya berdoa dan berusaha tegar…

masalah tidak hanya di situ saja, masalah datang dar saudara-saudara nya yang tidak mendukung kepada ia untuk kuliah. yang ahirnya beban dia semakin berat, dia sekarang sedang mengalami kebingungan. Namun sekarang ia tetap menjalani nya.

UAS semester 6 pun tba, ia sedang sangat kesulitan. ia tidak bisa megikuti UAS nya…

perkuliahan tersedat, namun oraganisasi yang ia pegang  tetap ia kontrol namun tidak face to  face…

 

saya berpahap anak tersebut dan orang  tuanya tetap tabah dan sabar, untuk si anak tersebt semoga dapat mengikuti perkuliahan sampai akhir, dan sodara-sodaranya dapat mendukung keinginan sang adik. Aamiin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s