Ku Tersenyum Berselimut Kabut

Saat hati diselimuti kegelepan. Semuanya berasa salah. Hati dan pikiran ini tahu bahwa semuanya tidak ada yang salah, namun hati ini hanya sedang di selimuti kabut hitam. . ,

Sadar, tahu namun no action. Apakah saya terlalu lemah untuk melawannya? Untuk membuat sinar agar kabut itu hilang? Entah lah, hati ini seakan akan menggerakan supaya kaki dan tangan ini rapuh tanpa action.

ya Allah jika hati ini kukuh dan keras, terlalu membara maka luluhkan lah, lemas kan lah dan pandamkan lah.

Saya tahu, saya yakin bahwa rasa ini hanya sesaat. Namun saya seperti terus dan terus membuat terluka. . , berdarah2. . . Saya yakin Kau mendengar setiap keluh kesah hamba setiap harinya dan Kau tau ketika hamba suka. Oleh karena itu saya sangat yakin Kau akan segera memberi jawabannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s