Karena Kau Telah Dewasa

Ketika hati mulai tergelitik, merasakan serpihan demi serpihan pecahan tajam menusuk hati, memaksakan diri ini menerima semuanya tanpa mampu berbuat apa2.
amarah ini tak mampu meluapkan, rasa skait ini tak mampu terluapkan.
Yang ku bisa hanyalah terdiam dan bisu, karena tak kuasa dan tak sampai hati harus memaksakan kehendakku yang sebetulnya itu hal yang sangat sederhana. Aku tidak akan memaksakan ia yang sebenernya menyadarinya, aku tidak akan menyakan karena ia pun tau apa yang telah ia perbuat, iaku pun tidak akan menunjukan amarah ku karena ia pun menyadari akan sikap ku. Karena kau telah dewasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s