Waktu Yang Akan Menjawabnya

Ketika dua insan dipertemukan dengan rasa malu-malu dan tanpa mengurangi kepolosan ia saat berbicara, menatap.
Ketika bertemu hati kian berdetak kencang, mata tanamkan rasa malu, pergerakan rasa kaku, berbicara rasa gagu.
Ooohhh dua insan yang masih bocah.

Yaaa kali ini saya mau menuliskan kisah tentang pasangan dari zaman bocah sampai saat ini, dan jika nanti mereka sampai pelaminan Insya Allah ceritanya dilanjutkan.

panggil saja cewenya dengan Euis dan cowonya Tejo.

Euis dan Tejo adalah teman kala SMA, merekapun satu kelas tepatnya di kelas X4. Mereka jarang sekali bertegur sapa walau 1 kelas, pada suatu waktu ketika semester 2 tepatnya saat pelajar matematika di ruang 10, saat itu gurunya sedang tidak ada, di ruang itulah Euis dan Tejo pertama kali ngobrol, mereka ngobrol pun tidak berdua ada 2 orang teman lagi, (panggil saja Asep dan Popon). Saat itu ngobrol panjang lebar dan tiba2 Asep menanyakan lokasi rumah Euis, oleh Euis pun di jelaskan sampai ia buat peta menuju lokasi rumahnya di kertas putih. Tejo pada saat itu tidak banyak bicara hanya temannya saja yang lebih dominan bicara dan selalu menanyakan tentang Euis. Dan sampai akhirnya Euis dan Tejo bertukaran no telpon no telpon rumahnya Tejo.

dan yang kedua adalah di ruang 7, ya hampir sama yaitu yang lebih dominan berbicara adalah temannya.
……………..*
beberapa hari dari setelah saling tukar no telpon, Euis sering sekali mendapatkan sms romantis, kata2 yang panjang dari Tejo. Namun Euis percaya tidak percaya karena dimata Euis Tejo itu orang nya kaku, dia pintar, dia pendiam, dan untuk membuat kata2 seperti itu sangatlah tidak mungkin but nothing imposible. Euis tidak pernah membalas nya Euis hanya membacanya. hampir tiap hari Euis mendapatkan sms seperti itu, dan pada hari minggu tepatnya Tejo menelpon Euis, namun pada saat itu Om nya lah yang lebih banyak berbicara Beliau mengatakan bahwa Tejo itu sangat suka sama kamu. Intinya seperti itu.

Tejo pun pernah beberapa kali kirim sms menyatakan bahwa ia menyukai Euis.
…….*

Ajaran Baru, mereka pada saat itu tidak satu kelas Euis kelas XI IPA 2 sedangkan Tejo kelas XI IPA 3.

Euis masih suka mendapatkan kiriman sms dari Tejo bahwa Ia menyukai Euis, dan akhirnya Euispun menantang Tejo untuk berbicara langsung kepada Euis.
Sampai akhirnya pertemuan itu terjadi tepatnya hari sabtu, tanggal 8 bulan Agustus 2009 di depan ruang 3 di bawah pohon rindang halaman sekolah sambil melihat sekeliling lapang voley, basket, takraw, podium, dan teras2 kelas. Saat itu waktunya pulang sekolah. Di bawah pohon rindang itu Euis dan Tejo saling malu, Tejo pun bergeser sedikit demi sedikit mendekati Euis dan Tejo meluai pembicaraannya dengan kata Bagaimana dan di jawab Bagaimana apanya….. Dan bla bla bla bla (kalau ingin tau kata2 nya langsung saja tanyakan kepada saya…. Hhheee di @chu_08) boong deng , tapi iya juga ngga pa2. Hehehe😀

Pertemuan itu tidak menghasilkan jawaban karena Euis sudah di panggil untuk melatih Paskibra dan bersama teman2 yang lainnya menuju lapangan upacara di kecamatan. Yang akhirnya berkata kepada Tejo “nanti jawabannya di sms”…. Hmmmm mungkin saat itu Tejo kecewa dan masih menduga2 jawabannya.

Saat di lapangan Euis ditanya oleh teman2 nya perihal pertemuan dia dan Tejo. Di ceritakanlah oleh ia, di situ ia meminta pendapat di antara cowo2 yang mesti ia pilih, yang sebetulnya dalam hati Euis sudah akan menerima Tejo. Entah kenapa hati Euis sudah kukuh menerima Tejo.

sore hari setelah Euis pulang ke rumah, Euis sms jawaban ke Tejo dan jawabannya iya namun jangan sampai di kasih tahu ke orang2 biarkan mereka tau dengan sendirinya.

Setelah jadian mereka tidak pernah bertemu, Euis yang masih suka menghirdar. Sampai 3 bulan berlangsung seperti itu. Sampailah Euis tidak bersekolah karena sakit, 2 minggu ia berbaring di rumah hanya mengandalkan obat dari dokter, namun tidak kunjung sembuh dan akhirnya ia pindah dokter, dokter tersebut memponis Euis usianya tidak akan lama lagi dan dokter menyuruh keluarga nya agar segera di bawa ke rumah sakit, namun keluarga coba dulu ke klinik terdekat dan klinik tersebut memberikan rujukan ke Rs.BA. Setelah tes lab dan lain2, masuk UGD dan dirawatlah ia. 5 hari Euis di rumah sakit yang ia pikirkan adalah ingin bertemu semua orang yang ia kenal, yang ia pikirkan adalah kematian. Sempat saat itu Euis dituntun untuk mengucapkan Istigfar, lailahaillah, dan syahadat. saat itu Euis tidak bisa jalan, berbicara susah, dan membaca pun sangat pusing. 4 hari di rumah sakit tiba2 ada sms dari temannya Indri dia bilang cepat sembuh, sambil pusing2 ia membaca dan menangis, kaka2 Euis menelpon dari sebrang sana pun menelpon dan tak kuasa Euis menahan tangisnya. Pada saat itu banyak sekali orang yang peduli terhadap Euis di mulai saat terbaring di rumah dan di rumah sakit banyak sekali yang membesuknya. Subhanallah. Hari ke 5 di rumah sakit bak seperti tahunan, pada hari ke 5 tidak menyangka ia akan di besuk oleh teman2 sekelasnya, dan setelah magrib oleh gurunya. Dan besoknya itu adalah hal yang sangat di sangka2 di duga2 oleh Euis, Tejo datang menjenguknya. Euis seneng, dan secara tidak langsung Euis memperkenalkan Tejo kepada orang tuanya. Tejo datang bersama temannya dan lagi2 yang lebih banyak berbicara adalah temannya. Pada saat itu temannya Tejo mengajak ngobrol terus Euis yang padalah Euis baru saja bisa berbicara sambil kesakitan, dan ketika temannya memindahkan impusan Euis sambil polosnya ia berbicara “impusannya taronya disini bukan disitu”. Euis tak bisa melawan padahal baru saja oleh susternya di pindahkan impusannya karena Euis merasakan sangat pegal. Tibalah malam hari Euis panasnya semakin tinggi dan trombositnya pun semakin buruk. … Kata dokter Euis kurang istirahat….
….
Euis sakit selama 1 bulan lebih1 minggu.
……
Pas masuk sekolah ia merasa asing, dengan penampilan yang Euis rasa berbeda. Euis sangat kurus dan masih lemas, sampai guru2 olah raga pun melarang ia mengikuti kegiatan olah raga. 3 bulan ia pakum di beberapa oraganisasi dan ekstrakulikuler. .”sangat membosankan”.

Teman Tejo yang 1 kelas dengan Euis tiba2 berbicara, Euis tau ga Tejo bela2in nengokin kamu samapi di tilang polisi senilai 150rb. Terus sebelumnya ia nyari2 rumah kamu dulu sampai ia nyasar2 (sebetulnya Euis sudah tau soal nyasar karena sudah di ceritakan pas di rumah sakit)….
Banyak sekali ucapan selamat kembali lagi sekolah…
.terlepas dari semua itu. Hubungan Euis dan Tejo semakin membaik, Euis merasa bahwa termyata ia tidak akan di permainkan oleh Tejo, jadi Euis mulai membuka hatinya…..

hubungan kami mulai lah mendapatkan ujian, dari mulai ada yang nembak, dan teman yang meng adu domba. Namun Euis dan Tejo masih tetap bertahan…

Orang tua yang belum menyutujui, Euis dan Tejo sangat menyadari bahwa itu karena usia mereka yang masih terbilang sangat muda.
semakin harmonis hubungan Euis dan Tejo semakin berat pula ujian yang di hadapi oleh mereka saat itu.
Mereka pernah merasakan LDR, dan bahkan lebih parah H bulan tanpa komunikasi dan tanpa bertemu. Saat itu Euis hanya tau kondisi Tejo dari Ibunya.
Dan tahun 2012 ujian oleh seorang cowo yang menurut kami sikopat pun ada, namun mereka tetap bertahan.

Dan kini mereka semakin terbuka, semakin mengenal, semakin tahu, semakin mengerti, keluarga pun sudah sangat tahu, kedua keluarga pun sudah salsing merestui…

jika teman2 yang masih belum mendapatkan restu orang tua, maka yakinkan lah orang tua kalian dengan sikap kalian. Jangan banyak bicara tapi dengan actionnya juga.
Good luck ya sobat…..

Sebetulnya cerita ini masih panjang, dan banyak sekali climax yang harus di ceritakan. Namun terlalu panjang sobattt…. Kalau mau tanya2 silahkan komen saja, atau follow di @chu_08

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s