Berharap

Wahai sang pria pujaan yang jauh disana.
Tidak kah kau sadari ketika hati ini mulai tak kuat menopang semua belenggu yang ada, merintih kesakitan, memaksakan tegar seolah olah tak ada belenggu , seolah olah tak ada beban.
Tak sadar kah engkau ketika hati ini mulai rapuh, dan tak kau lihat kah serpihan serpihan hati ini… Mampu kah engkau mengembalikan semuanya menjadi sediakala?….

Diam ku bukan tak sakit
Diam ku bukan tak rapuh
Diam ku bukan tak sedih
Diam ku bukan tak menangis
Diam ku hanya berharap kau sadar dengan sendirinya.
Diam ku hanya ku takut membuat semuanya semakin memburuk.

Ketika ku mampu berucap
Ketika ku mampu berontak
Namun kau sontak tak menerima
Namun kau sontak memutar semuanya.

Dan hanya memang diam ku, ku berusaha mengalah.

Aku sangat berharap kau kan mengerti, memahami maksud hati ini…
Karena aku ingin bahagia bersama mu.

….
Janji mu dan janji ku kini terpatri dalam pikiran
Mampu kah kau menepati semuanya.
….

Aku tak melakukannya
Karena aku sangat menghargaimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s